Pengukuhan Professor Research

Prof. Dr. Supriadi

  • Lahir di Ciamis, Jawa Barat tanggal 21 Desember 1958
  • Anak ke-6 dari 12 bersaudara pasangan Bapak Drs. H. Otong Djajawisastra dan Ibu Hj. Fatimah (alm).
  • Menikah dengan Ir. Hj. Zulfa dan dikaruniai 5 oranganak


Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum) :

Dampak, Bioekologi dan Peranan Teknologi Pengendaliannya

  • Penyakit layu bakteri sudah sejak 100 tahun lalu ditemukan pada berbagai komoditas penting di Indonesia,seperti tembakau, kentang dan pisang. Sampai saat ini, belum ada varietas jahe dan pisang yang tahan sehingga patogen ini masih menjadi kendala yang sangat besar.
  • Penyakit layu bakteri sudahtersebar di hampir seluruh belahan dunia: Amerika, Eropa, Asia, Australia dan Pasifik (Elphinstone, 2005)
  • R. solanacearum menyerang sekitar 250 jenis tanaman dari 44 famili
  • 124 di antaranya tanaman berkhasiat obat termasuk temu-temuan, nilam,pegagan dan Ocimum sp.

KERUGIAN PADA TANAMAN KENTANG DI SELURUH DUNIA

  • 3 juta petani kentang
  • 1,5 juta ha terserang
  • 80 negara
  • Kerugian : 950 juta dolar US setiap tahun (Elphinstone, 2005)

JAHE

  • Kehilangan hasil 90%
  • Kerugian nasional 75 milyar rupiah per tahun (Sitepu, 1991; Supriadi, 2000).

CENGKEH

  • 10-15% populasi cengkeh mati dan kerugian £ 25 juta (Bennette et al., 1985)


Pengendalian Terpadu Ralstonia Solanacearum

  • Secara umum: Mencegah masuknya patogen pada lahan yang masih sehat
  • Memusnahkan (eradikasi) bila serangannya masih terbatas
  • Melakukan modifikasi lingkungan
  • Menanam tanaman resisten
  • Melakukan pengendalian dengan agens hayati dan pestisida nabati

Pencegahan :

  • Benih sehat
  • Informasi sejarah penggunaan lahan
  • Monitoring berkala

Pemusnahan Patogen :

  • Sangat efektif bila serangan patogen masih pada areal terbatas
  • Pemusnahan jahe di Australia dan Geranium di Amerika


Arah Pengendalian

Menggabungkan semua faktor pengendalian yang tersedia dan dapat diaplikasikan oleh petani setempat (French, 1994)

Faktor pengendalian:

  • Menanam benih sehat
  • Tidak menanam pada lahan bekas terserang (rotasi lahan)
  • Tumpang sari dengan tanaman bukan inang atau yang dapat menghasilkan senyawa biofumigan

 

Belajar Membuat dan Menikmati Minuman Kesehatan di Pekan Padi Nasional 2008

Pekan Padi Nasional III 2008 dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi tanggal 21-26 Juli 2008. Pekan Padi Nasional merupakan salah satu uapaya Badan Litbang Pertanian khususnya BB Padi untuk mendesiminasikan, mensosialisasikan beragam teknologi yang telah dihasilkan khususnya tentang padi kepada semua pihak yang berkepentingan. Beberapa teknologi yang disampikan antara lain varietas unggul tipe baru, varietas unggul hibrida, teknik pemupukan dan pengairan, pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan tanaman terpadu, sistem integrasi padi-ternak, galur padi yang menghasilkan beras kaya zat besi untuk mengatasi anemia dan beras yang mengandung indeks glikemik rendah untuk membantu mengatasi diabetes militus, maupun kekayaan plasma nutfah serta teknik produksi benih sumber varietas unggul padi.

 

Read more: Belajar Membuat dan Menikmati Minuman Kesehatan di Pekan Padi Nasional 2008

 

BUDIDAYA TANAMAN NILAM

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting, penyumbang devisa lebih dari 50% dari total ekspor minyak atsiri Indonesia. Hampir seluruh pertanaman nilam di Indonesia merupakan pertanaman rakyat yang melibatkan 36.461 kepala keluarga petani (Ditjen Bina Produksi Perkebunan, 2004).

Indonesia merupakan pemasok minyak nilam terbesar di pasaran dunia dengan kontribusi 90%. Ekspor minyak nilam pada tahun 2002 sebesar 1.295 ton dengan nilai US $ 22,5 juta (Ditjen Bina Produksi Perkebunan, 2004) Sebagian besar produk minyak nilam diekspor untuk dipergunakan dalam industri parfum, kosmetik, antiseptik dan insektisida (Dummond, 1960 ; Robin, 1982, Mardiningsih et al., 1995). Dengan berkembangnya pengobatan dengan aromaterapi, penggunaan minyak nilam dalam aromaterapi sangat bermanfaat selain penyembuhan fisik juga mental dan emosional. Selain itu, minyak nilam bersifat fixatif (mengikat minyak atsiri lainnya) yang sampai sekarang belum ada produk substitusinya (Ibnusantoso, 2000).

Lebih lengkap download dokumen dalam bentuk pdf
Download powerpoint bahan pelatihan nilam

 

   

Page 1 of 16

We have 2 guests online

e-PRODUK

AGROWIDYAWISATA

 

PERKEMBANGAN TRO

Volume 21, No. 1 Juni 2009

BOGOR

footer

Hak Cipta © 2009 Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute
(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)
Tentara Pelajar Street, 3th Bogor 16111
Telp. (0251) 8321879 Fax. (0251) 8327010 e-mail:
http://litbang.deptan.go.id